Skip to content
Tentang
Home / Legal Tech / Legal Tech untuk Pengelolaan Dokumen: Fungsi, Batas, dan Kriteria Evaluasi
Legal Tech

Legal Tech untuk Pengelolaan Dokumen: Fungsi, Batas, dan Kriteria Evaluasi

Berkas yang mudah ditemukan belum tentu merupakan versi yang tepat atau boleh dibagikan. Evaluasi legal tech perlu menghubungkan fungsi perangkat lunak dengan sumber dokumen, kewenangan akses, dan tanggung jawab peninjauan.

Sebuah tim menemukan tiga salinan kontrak: satu di email, satu dalam folder bersama, dan satu lagi berlabel “final”. Ketiganya memiliki tanggal berbeda. Pencarian berhasil menemukan berkas, tetapi pekerjaan terpenting belum selesai: menentukan dokumen mana yang menjadi rujukan, perubahan apa yang terjadi, dan siapa yang berwenang menggunakannya.

Situasi hipotetis tersebut memperlihatkan persoalan yang hendak dibantu oleh legal tech untuk pengelolaan dokumen. Nilainya perlu dinilai dari pekerjaan yang dapat ditelusuri, bukan hanya banyaknya fitur atau kecepatan menghasilkan ringkasan.

Pembahasan ini memetakan fungsi dan kriteria evaluasi dalam konteks penggunaan di Indonesia. Contoh dokumentasi produk digunakan untuk menjelaskan kemampuan tertentu, bukan sebagai rekomendasi pembelian atau penetapan kepatuhan penyedia.

Mulai dari pekerjaan yang perlu diselesaikan

Istilah legal tech dapat mencakup alat dengan pekerjaan yang sangat berbeda. Ada sistem untuk menyimpan dan mengatur berkas, layanan pencarian informasi hukum, alat pembanding versi, serta perangkat ekstraksi dan peninjauan teks. Sebuah produk mungkin menggabungkannya, tetapi keberadaan satu fungsi tidak memastikan fungsi lainnya tersedia.

Kebutuhan sebaiknya dirumuskan sebagai pekerjaan konkret. “Merapikan dokumen” masih terlalu luas. Rumusan seperti “menemukan kontrak berdasarkan pihak dan masa berlakunya” atau “membedakan naskah yang sedang ditinjau dari salinan yang sudah ditandatangani” lebih mudah diterjemahkan menjadi kriteria.

Pisahkan pula jenis koleksinya. Regulasi publik memerlukan perhatian pada asal dan versi teks. Kontrak internal memerlukan konteks transaksi, lampiran, serta kewenangan akses. Dokumen sengketa mungkin memerlukan pembatasan pembagian yang berbeda lagi. Satu susunan folder belum tentu cocok untuk seluruh kebutuhan tersebut.

Sebelum membandingkan layanan, catat titik awal dokumen, pihak yang menggunakannya, tindakan yang diperlukan, dan keadaan yang mengakhiri penggunaannya. Peta sederhana ini membantu melihat apakah masalah utamanya terletak pada teknologi, penamaan, pembagian tanggung jawab, atau gabungan semuanya.

Fungsi utama dan batas yang perlu dikenali

Tabel berikut merupakan kerangka evaluasi. Daftar ini bukan pernyataan bahwa setiap produk memiliki seluruh kemampuan tersebut.

FungsiKegunaan yang dicariBatas yang perlu diperiksa
Penyimpanan dan metadataMenghubungkan berkas dengan jenis, pihak, tanggal, atau urusanMetadata perlu diisi dan dipelihara; kolom kosong tetap menyisakan ketidakpastian
PencarianMenemukan dokumen atau bagian teks yang relevanHasil bergantung pada koleksi, indeks, izin, dan cara pencarian
Pengelolaan versiMenelusuri perubahan dan kembali ke versi sebelumnya bila didukungVersi paling baru belum tentu versi yang disetujui
Kontrol aksesMembatasi siapa yang dapat melihat, mengubah, atau membagikanPengaturan perlu mengikuti kewenangan dan perubahan peran
OCR dan ekstraksiMengubah isi visual menjadi teks atau bidang dataHasil ekstraksi perlu dibandingkan dengan sumber
Peninjauan berbantuan perangkat lunakMembantu membandingkan teks atau menandai bagian untuk diperiksaPenandaan belum menentukan akibat hukum suatu klausul
Ekspor dan pemindahanMengambil kembali dokumen beserta konteks yang diperlukanUnduhan berkas saja mungkin belum membawa metadata dan riwayat

Fungsi-fungsi itu saling bergantung. Pencarian yang baik kurang membantu jika dokumen sumber tidak lengkap. Pembatasan akses pun perlu diperiksa pada jalur lain yang tersedia, seperti tautan berbagi, unduhan, atau integrasi.

Pencarian: relevan belum tentu otoritatif

Hasil pencarian perlu menjawab dua pertanyaan terpisah: mengapa dokumen ini muncul, dan mengapa dokumen ini layak dijadikan rujukan? Kemiripan kata dapat membantu penemuan, tetapi tidak menetapkan asal, status, maupun kelengkapan dokumen.

Untuk koleksi internal, periksa apakah pencarian dapat dibatasi berdasarkan jenis dokumen, pihak, tanggal, atau status peninjauan. Cari pula cara membuka sumber lengkap dari cuplikan hasil. Potongan klausul yang tampak sesuai dapat memiliki pengecualian pada bagian lain atau bergantung pada lampiran.

Untuk regulasi, kebutuhan evaluasinya mencakup sumber penerbit, hubungan perubahan, dan status teks yang ditampilkan. Pembahasan khusus tersedia dalam pencarian regulasi digital dan pembedaan teks resmi, versi perubahan, serta ringkasan.

Tidak munculnya dokumen juga perlu ditelusuri. Sebelum menyimpulkan bahwa berkas tidak ada, periksa cakupan koleksi, hak akses, keberhasilan pengindeksan, dan variasi istilah pencariannya. Hasil kosong merupakan keadaan pencarian, bukan jawaban lengkap tentang keberadaan dokumen.

Versi: riwayat perubahan berbeda dari persetujuan

Pengelolaan versi dapat membantu memahami perjalanan berkas. Sebagai contoh implementasi, dokumentasi SharePoint menjelaskan kemampuan melihat atau memulihkan versi sebelumnya serta menelusuri waktu dan pelaku perubahan. Kemampuan tersebut dijelaskan dalam dokumentasi riwayat versi Microsoft.

Namun, status persetujuan memerlukan informasi tersendiri. Berkas yang terakhir disimpan dapat berupa usulan revisi. Salinan yang telah ditandatangani juga perlu dibedakan dari naskah kerja yang kemudian berubah. Karena itu, tanyakan bagaimana sistem menampilkan status, siapa yang boleh mengubahnya, dan apakah dasar perubahan status dapat ditelusuri.

Contoh hipotetisnya adalah kontrak yang sudah disetujui secara internal lalu menerima perubahan dari pihak lain. Sistem yang hanya mengurutkan tanggal mungkin menampilkan salinan terbaru dengan jelas, tetapi proses kerja tetap perlu menjelaskan apakah perubahan itu sudah diterima. Penamaan “final” tidak cukup menggantikan keputusan tersebut.

Tiga versi dokumen berurutan dengan penanda status terpisah pada versi di tengah.

Akses dan jejak aktivitas: catatan perlu memiliki konteks

Evaluasi akses sebaiknya mengikuti tindakan. Kemampuan melihat berkas, mengubah isinya, mengunduh, dan mengundang pihak lain merupakan pertanyaan yang berbeda. Tanyakan apakah pembatasan tersebut tersedia pada layanan dan paket yang sedang dinilai.

Jejak aktivitas juga perlu dibaca menurut definisinya. Catatan bahwa sebuah akun membuka dokumen tidak dengan sendirinya menjelaskan siapa yang menggunakan akun pada saat itu atau apakah seluruh isi dibaca. Periksa peristiwa apa yang dicatat, identitas yang ditampilkan, masa penyimpanan catatan, dan pihak yang dapat mengaksesnya.

Perubahan peran merupakan skenario penting. Ketika anggota tim pindah tugas atau kerja sama berakhir, bagaimana akses ditinjau dan dihentikan? Bagaimana pula dengan tautan yang pernah dibagikan atau salinan yang sudah diunduh? Pertanyaan lebih rinci dibahas dalam penyimpanan dokumen hukum di cloud: kontrol akses, jejak audit, dan portabilitas.

OCR, ekstraksi, dan peninjauan bukan satu pekerjaan

OCR mengenali teks dari gambar dokumen. Ekstraksi dapat melanjutkan pekerjaan itu dengan mengambil bidang tertentu, seperti nama pihak atau tanggal. Peninjauan kemudian menggunakan teks dan konteks untuk memahami persoalan yang perlu diperhatikan. Ketiga tahap tersebut sebaiknya tetap dibedakan dalam evaluasi.

Dokumentasi Document Intelligence menjelaskan kemampuan mengekstrak teks, struktur, dan bidang, sekaligus keterbatasan menurut jenis dokumen, bahasa, serta kondisi penggunaan. Dokumentasi itu juga menekankan pertimbangan peninjauan manusia untuk skenario sensitif atau berdampak besar. Rujuk catatan transparansi Document Intelligence.

Dalam dokumen hukum, pemeriksaan sebaiknya diarahkan pada bagian yang dapat mengubah pemahaman: angka, tanggal, negasi, tanda baca, rujukan silang, dan hubungan antarlampiran. Ini merupakan prioritas peninjauan, bukan klaim bahwa semua alat akan gagal pada bagian tersebut. Uraian teknisnya tersedia dalam OCR untuk dokumen hukum dan alasan hasil ekstraksi perlu diperiksa.

Untuk alat peringkas atau penanda klausul, tanyakan apakah keluaran menunjukkan sumbernya. Ringkasan lebih mudah ditinjau ketika pembaca dapat kembali ke halaman dan bagian yang mendasarinya. Jika sumber tidak tersedia, keluaran perlu diperlakukan sebagai informasi yang belum dapat ditelusuri, bukan langsung dimasukkan sebagai dasar keputusan.

Pembedaan ini juga berlaku pada label seperti “berisiko” atau “tidak lazim”. Cari definisi, aturan, atau pembanding yang digunakan sistem. Label tersebut dapat menjadi alasan untuk memeriksa lebih lanjut, tetapi keputusan mengenai akibat hukum tetap memerlukan pembacaan dokumen dan konteks yang sesuai.

Dokumen, data pribadi, dan hubungan dengan penyedia

Berkas hukum dapat memuat identitas, informasi keuangan, atau data lain tentang individu. Di Indonesia, UU Nomor 27 Tahun 2022 menjadi rujukan umum pelindungan data pribadi. Penilaian penggunaan layanan perlu memperhatikan isi dan tujuan pemrosesan, bukan berhenti pada nama fitur keamanan. Teks undang-undangnya tersedia melalui JDIH Kemkomdigi.

Dari sisi evaluasi layanan, beberapa informasi perlu diperoleh secara konkret: entitas yang menerima dokumen, tujuan penggunaan, pihak lain yang terlibat, lokasi pemrosesan, masa penyimpanan, serta mekanisme penghapusan. Jawaban perlu berasal dari dokumen layanan yang berlaku untuk produk dan jenis akun terkait.

Jangan menyatukan seluruh persoalan dalam pertanyaan “apakah datanya aman?”. Pengamanan, kewenangan mengirim, penggunaan tambahan, dan penghapusan menjawab hal berbeda. Pernyataan tentang satu unsur belum menjelaskan unsur lainnya.

Jika alat menambahkan AI generatif, evaluasi juga perlu mencakup perlakuan terhadap masukan dan keluaran. Pembahasan tentang isi dokumen dan kewenangan membagikannya tersedia dalam memasukkan dokumen ke AI generatif: isu data pribadi dan kerahasiaan. Fitur ringkasan tidak menghilangkan kebutuhan memahami penerima dokumen.

Cara mengevaluasi layanan melalui skenario kerja

Demonstrasi lebih berguna ketika mengikuti alur yang benar-benar dibutuhkan. Gunakan dokumen rekaan atau sampel yang telah diizinkan untuk tujuan tersebut. Hindari menjadikan berkas rahasia sebagai bahan demonstrasi sebelum kewenangan dan perlakuan datanya jelas.

Sebagai ilustrasi, siapkan satu paket dokumen rekaan yang berisi naskah utama, revisi, dan lampiran. Minta penyedia menunjukkan perjalanan dari pemasukan berkas sampai pengambilan kembali. Amati apakah hubungan antarberkas tetap terbaca dan bagaimana statusnya ditampilkan.

Kemudian jalankan beberapa skenario yang mewakili kebutuhan organisasi:

  1. Menemukan sumber. Cari klausul tertentu dan buka bagian lengkap beserta lampiran terkait.
  2. Menelusuri perubahan. Bandingkan naskah awal dengan revisi dan lihat bagaimana status persetujuan dibedakan.
  3. Membatasi tindakan. Gunakan akun dengan peran berbeda untuk memahami batas melihat, mengubah, dan membagikan.
  4. Memeriksa keluaran. Cocokkan hasil ekstraksi atau ringkasan dengan dokumen sumber.
  5. Mengakhiri penggunaan. Tunjukkan pencabutan akses, ekspor, serta prosedur penghapusan yang dinyatakan layanan.

Skenario tersebut bukan sertifikasi keamanan maupun kepatuhan. Tujuannya memperjelas perilaku produk dan menemukan pertanyaan yang belum terjawab. Jika demonstrasi tidak mencakup suatu keadaan, catat keadaan itu sebagai keterbatasan informasi.

Biaya dan kemampuan keluar perlu dibaca bersama

Biaya penggunaan tidak berhenti pada harga langganan. Mintalah rincian komponen yang relevan, seperti pemindahan koleksi, penataan metadata, pelatihan pengguna, integrasi, kapasitas penyimpanan, atau pemrosesan dokumen. Tidak semua layanan mengenakan seluruh komponen itu; yang diperlukan adalah kejelasan penawaran.

Kemampuan keluar sama pentingnya dengan kemudahan masuk. Tanyakan format ekspor, cakupan metadata, hubungan lampiran, riwayat yang dapat dibawa, serta bantuan yang tersedia saat kontrak berakhir. Sebuah folder unduhan mungkin berisi seluruh berkas, tetapi konteks pengelolaannya perlu diperiksa secara terpisah.

Berkas, lampiran, dan kartu metadata digambarkan berpindah bersama antara dua wadah digital.

Pembagian tanggung jawab juga perlu jelas: siapa memelihara klasifikasi, meninjau izin, menangani keluaran yang keliru, dan memutuskan kapan dokumen dihapus atau dipertahankan. Perangkat lunak akan digunakan dalam proses kerja; pengadaan alat saja belum mengisi peran-peran tersebut.

Legal tech yang sesuai membantu menjawab pertanyaan yang dapat ditelusuri: dokumen mana, berasal dari mana, versi apa, dapat digunakan oleh siapa, dan keputusan apa yang masih memerlukan peninjauan. Kriteria itu memberi dasar yang lebih berguna untuk memilih fungsi daripada mengandalkan label “otomatis” atau “cerdas”.

Artikel ini merupakan informasi umum dalam konteks Indonesia, bukan nasihat hukum untuk keadaan tertentu atau penetapan keamanan dan kepatuhan suatu layanan.

Related explainers