Skip to content
Tentang
Home / Privasi & Data / Data Pribadi Apa Saja yang Sering Kita Bagikan Saat Memakai Aplikasi?
Privasi & Data

Data Pribadi Apa Saja yang Sering Kita Bagikan Saat Memakai Aplikasi?

Data aplikasi tidak berhenti pada nama dan email. Lokasi, aktivitas, pengenal perangkat, serta kesimpulan tentang minat juga perlu diperhatikan dalam konteks penggunaannya.

Formulir pendaftaran hanya memperlihatkan sebagian informasi yang terlibat saat memakai aplikasi. Nama dan email terlihat jelas karena diketik sendiri. Jejak penggunaan, informasi perangkat, atau perkiraan lokasi bisa lebih sulit dikenali karena tidak muncul sebagai kolom isian.

Karena itu, pertanyaan tentang data pribadi dalam aplikasi perlu mencakup tiga jalur: informasi yang diberikan, informasi yang tercatat selama penggunaan, dan informasi yang disimpulkan dari data tersebut. Ketiganya membantu memahami apa yang sebenarnya berkaitan dengan seseorang, tanpa menganggap semua aplikasi mengumpulkan data yang sama.

Kapan informasi termasuk data pribadi?

Dalam kerangka Indonesia, Pasal 1 angka 1 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mencakup informasi tentang individu yang dapat dikenali secara langsung maupun melalui penggabungan dengan informasi lain. Jadi, keberadaan nama bukan satu-satunya penentu.

Sebagai contoh hipotetis, catatan pembelian dengan kode akun masih dapat berkaitan dengan seseorang apabila kode itu terhubung ke identitas pelanggan. Mengganti nama dengan kode belum cukup untuk menyimpulkan bahwa catatan tersebut anonim.

Sebaliknya, informasi umum seperti penjelasan fitur aplikasi tidak dengan sendirinya menjadi data pribadi. Untuk laporan agregat, pertanyaan pentingnya adalah apakah informasi yang tersedia masih memungkinkan seseorang dikenali. Label “statistik” saja belum menjawab persoalan itu.

Kerangka yang lebih luas mengenai pemrosesan dan pihak yang bertanggung jawab dibahas dalam pelindungan data pribadi dalam aplikasi. Artikel ini berfokus pada mengenali jenis informasi dan jalur kemunculannya.

Data yang diberikan secara langsung

Bagian paling mudah dikenali adalah informasi yang dimasukkan ketika membuat akun, melengkapi profil, memakai fitur, atau menghubungi dukungan. Namun, satu tindakan bisa membawa beberapa jenis informasi sekaligus.

Misalnya, dalam skenario aplikasi pemesanan hipotetis, alamat pengiriman menjelaskan tujuan pengantaran, nama penerima menjelaskan siapa yang menerima, dan catatan tambahan dapat mengungkap informasi lain tentang rumah atau penghuninya. Membaca hanya kolom wajib bisa melewatkan isi kolom bebas.

Tiga panel menggambarkan pengisian data, jejak penggunaan aplikasi, dan pembentukan profil perkiraan

Contoh kategori yang dapat ditemukan dalam aplikasi meliputi:

Kelompok informasiContoh
Akun dan kontakNama, email, nomor telepon, alamat, pengenal akun
TransaksiRiwayat pembelian dan informasi pembayaran
Konten penggunaPesan, foto, rekaman suara, dokumen, catatan
RelasiKontak dan informasi interaksi
KesehatanGejala atau catatan kesehatan yang dimasukkan

Kategori tersebut sejalan dengan contoh dalam panduan Data safety Google Play. Daftar ini menunjukkan kemungkinan jenis data, bukan temuan bahwa setiap aplikasi mengambil semuanya.

Ada pula data tentang orang lain. Foto bersama, dokumen keluarga, atau daftar kontak tidak hanya berkaitan dengan pemilik akun. Karena itu, pemeriksaan isi berkas sebelum mengunggahnya sebaiknya mencakup identitas pihak lain yang ikut terlihat.

Tidak semua informasi pembayaran masuk ke penyedia aplikasi yang sama. Dalam alur tertentu, pembayaran dilakukan melalui layanan terpisah. Untuk mengetahui siapa menerima informasi tertentu, perlu melihat alur pengisian dan penjelasan masing-masing layanan, bukan mengasumsikan semua pihak memperoleh salinan yang identik.

Data yang tercatat selama penggunaan

Aplikasi juga dapat memiliki catatan tentang interaksi dan kondisi teknis. Contohnya mencakup pencarian di dalam aplikasi, tindakan pada konten, laporan gangguan, serta pengenal perangkat atau aplikasi. Cakupannya bergantung pada layanan dan cara kerjanya.

Catatan teknis perlu dibaca bersama konteksnya. Informasi tentang gangguan aplikasi mungkin tampak jauh dari identitas, tetapi keterkaitannya perlu diperiksa apabila catatan itu disimpan bersama pengenal akun atau perangkat. Istilah “data teknis” tidak otomatis menjelaskan apakah informasi tersebut dapat dihubungkan dengan individu.

Lokasi juga memiliki beberapa jalur. Dokumentasi Google tentang informasi lokasi menjelaskan bahwa alamat IP dapat digunakan untuk memperkirakan wilayah umum. Perkiraan ini berbeda dari koordinat lokasi presisi perangkat.

Dengan demikian, tidak memberikan akses lokasi presisi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa layanan tidak memiliki informasi geografis apa pun. Sebaliknya, adanya informasi wilayah umum juga tidak membuktikan bahwa aplikasi mengetahui posisi tepat seseorang.

Dua peta abstrak membandingkan perkiraan wilayah umum dengan titik lokasi presisi

Perbedaan antara akses dan pengiriman data juga penting. Google Play menjelaskan bahwa data yang hanya diproses pada perangkat dapat berbeda perlakuannya dalam label Data safety dari data yang dikirim keluar perangkat. Label tersebut memakai definisi platform dan informasi yang dinyatakan pengembang; label itu perlu dibaca bersama kebijakan privasi, bukan sebagai putusan kepatuhan hukum Indonesia.

Pembahasan lebih terperinci tentang tombol izin dan dasar pemrosesan tersedia dalam perbedaan izin akses aplikasi dan persetujuan pemrosesan data.

Data yang disimpulkan dari aktivitas

Informasi tentang seseorang tidak selalu berasal dari pernyataan orang tersebut. Penyedia dapat membuat perkiraan berdasarkan pola aktivitas. Sebagai contoh terdokumentasi, penjelasan Google tentang teknologi periklanan menyebut penggunaan berbagai sinyal untuk memperkirakan lokasi dan keterkaitan aktivitas lintas perangkat atau akun.

Sebagai ilustrasi hipotetis, pencarian berulang mengenai perlengkapan olahraga dapat digunakan untuk membentuk dugaan minat. Dugaan itu tidak membuktikan profesi, kondisi kesehatan, atau kebiasaan nyata seseorang. Minat yang diperkirakan harus dibedakan dari informasi yang dinyatakan langsung.

Pembedaan ini berguna saat membaca istilah seperti “preferensi”, “personalisasi”, atau “profil pengguna”. Pertanyaan berikutnya adalah apakah informasi tersebut berasal dari isian profil, pengamatan aktivitas, atau hasil analisis. Jawabannya dapat berbeda meskipun istilah yang tampil sama.

Beberapa jenis data memerlukan perhatian khusus

Pasal 4 UU PDP membedakan data pribadi umum dan spesifik. Kelompok spesifik mencakup, antara lain, informasi kesehatan, biometrik, genetika, catatan kejahatan, data anak, dan data keuangan pribadi. Rujukannya tetap teks UU PDP, bukan pengelompokan toko aplikasi.

Dalam konteks aplikasi, contoh yang patut dicermati adalah dokumen kesehatan, informasi rekening, serta penggunaan karakteristik wajah untuk identifikasi unik. Foto dan proses identifikasi biometrik perlu dibedakan berdasarkan fungsi serta konteks pemrosesannya; tidak cukup hanya melihat format berkas.

Mengenali kategorinya tidak langsung menentukan bahwa suatu pemrosesan sah atau melanggar hukum. Penilaian tersebut memerlukan konteks lebih lanjut tentang tujuan, pihak yang terlibat, dan ketentuan yang relevan. Artikel ini memberikan informasi umum, bukan keputusan hukum untuk aplikasi atau keadaan pribadi tertentu.

Cara memetakan data sebuah aplikasi

Pemeriksaan yang berguna dimulai dari satu fitur konkret. Sebagai contoh hipotetis, untuk fitur pengiriman barang, catat informasi yang diisikan, izin yang diminta, dan penjelasan tentang penggunaan alamat. Pendekatan ini lebih mudah ditelusuri daripada bertanya secara umum apakah sebuah aplikasi “aman”.

Empat pertanyaan berikut dapat membantu:

  • Apa informasinya? Bedakan isi formulir, konten unggahan, catatan aktivitas, dan hasil perkiraan.
  • Bagaimana informasi diperoleh? Periksa apakah diberikan sendiri, diakses dari perangkat, diterima dari pihak lain, atau disimpulkan.
  • Dengan apa informasi dihubungkan? Cari penjelasan mengenai akun, perangkat, atau identitas penerima layanan.
  • Siapa menerima dan untuk apa? Perhatikan tujuan penggunaan serta layanan lain yang terlibat.

Jika sebuah penjelasan hanya menyebut “informasi untuk meningkatkan layanan”, catat bagian yang masih belum jelas. Ketidakjelasan itu merupakan alasan untuk mencari penjelasan tambahan; bukan bukti tunggal bahwa aplikasi melakukan pelanggaran.

Untuk menelusuri tujuan, penerima, dan penyimpanan, lanjutkan ke cara membaca kebijakan privasi aplikasi.

Data yang dibagikan saat memakai aplikasi lebih mudah dipahami ketika jenis informasi dipisahkan dari cara memperolehnya. Nama dapat diberikan langsung, wilayah dapat diperkirakan, dan minat dapat disimpulkan. Pertanyaan penentunya tetap sama: bagaimana informasi itu berkaitan dengan seseorang, dan apa yang dijelaskan tentang pemrosesannya?